Mengapa Likuiditas Saham Sangat Penting Untuk Berinvestasi?

Secara bahasa mungkin anda sudah paham apa itu kata likuid, kata ini serapan dari bahasa Inggris “liquid” yang artinya cair. Namun anda mungkin harus memahami mengenai likuiditas saham di pasar modal secara lebih lanjut.

Mengapa? Kenyataannya mendefenisikan likuiditas saham ternyata tidak selalu mudah untuk dipahami. Karena banyak saham yang juga terlihat “likuid” namun sebetulnya sudah ada “permainan” sehingga terlihat baik di mata investor.

Untuk itulah memahami likuiditas saham memerlukan ketelitian dan analisis mendalam seputar investasi. Memahami pergerakan saham juga dibutuhkan, namun bagaimana kita melihat sebuah saham bisa dikatakan likuid?

Apa itu Likuiditas Saham?

Likuiditas saham sebetulnya merujuk pada keaktifan saham baik dari segi volume perdagangannya, jual-beli, sampai dengan performanya di bursa efek. Jadi saham tersebut bisa dibilang aktif dan nilainya cenderung bertumbuh dan stabil.

Saham yang “likuid” juga menandakan bahwa saham tersebut sehat dari segi perdagangan dan nilai keekonomiannya. Harapannya tentu saja saham tersebut bisa terus menjadi penyokong perusahaan dalam meningkatkan nilai investasinya. Tidak hanya itu, pembagian keuntungan dan dividen secara berkala bagi investor juga penting untuk menilai apakah sebuah saham sehat dan likuid.

Itulah mengapa siapapun investor yang anda rujuk sudah pasti akan merekomendasikan saham-saham yang dinilainya “likuid”.

Ciri-ciri Saham yang Likuid

Keaktifan di Bursa Saham

Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa beberapa indikator seperti volume perdagangan seperti jual-beli serta permintaan dan penawaran. Namun yang paling penting dari itu semua adalah keaktifan harga saham yang bertumbuh dan dinamis sepanjang waktu perdagangan. Saham semacam inilah yang sudah pasti menjadi incaran para investor karena saham yang aktif artinya saham tersebut memiliki nilai yang bisa ditawar.

Saham Big Caps dan Blue Chips

Saham-saham besar yang masuk dalam kategori LQ45 misalnya biasanya memiliki keaktifan perdagangan yang baik. Tidak hanya itu, saham-saham dalam kategori ini juga memiliki isu yang lebih minim sehingga meyakinkan investor untuk berinvestasi.

Performa Emiten

Jika anda penggemar Warren Buffett maka ada ukuran tersendiri untuk menilai apakah sebuah saham bisa dikatakan “likuid”. Ya, biasanya performa emiten atau perusahaan adalah ukuran lain yang patut diperhatikan. Artinya sebuah saham aktif saja tidak cukup jika performa fundamental perusahaan juga tidak baik. Indikator ini juga berguna untuk mengenali apakah sebuah saham hanya aktif saja atau memang likuid di pasar modal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.