Kenali Ciri-ciri Pom-pom Saham, Jangan Sampai Terjebak!

Anda mungkin sudah sering mendengar saham-saham yang harganya sudah “digoreng” sedemikian rupa. Nah, pom-pom saham sebetulnya tidak jauh atau salah satu bagian dari praktek semacam itu.

Pom-pom saham sendiri sebetulnya merupakan istilah baru yang bisa diartikan promosi saham yang dilakukan bukan oleh tenaga profesional di pasar modal. Justru orang yang melakukannya adalah orang biasa, reviewer, dan yang paling sering dikaitkan dengan istilah ini, influencer.

Ya, jika kalian pernah melihat ada public figure yang mempromosikan saham tertentu tanpa analisis pasar bisa dikatakan itu adalah praktek pom-pom saham. Mereka sebagaimana mengiklankan produk di televisi, akan menawarkan saham beserta dengan keuntungan dan kelebihannya saja.

Ciri-ciri Pom-Pom Saham dan Solusinya

Pompa dan Buang

Belum bisa dipastikan darimana istilah pom-pom ini sebetulnya bermula dan siapa yang pertama kali mempopulerkannya. Namun istilah pom-pom diduga berasal dari Bahasa Inggris, pump and dump yang berarti “memompa dan membuang”.

Istilah ini lebih dahulu populer digunakan untuk menggambarkan investasi yang digenjot sedemikian rupa, lalu saham akan dibeli dengan harga yang tinggi. Ketika itulah pemilik saham lama akan menjualnya (dengan kata lain membuangnya atau dump) karena dinilai sudah untung.

Bandar Saham dan Pemilik Saham Lama akan Untung, Sisanya Cuci Piring!

Jika anda sudah membaca prinsipnya di atas, maka seharusnya anda sudah paham siapa yang akan diuntungkan dan dirugikan dalam praktek semacam ini. Pemilik saham awal jelas akan diuntungkan karena mereka akan mendapatkan capital gain dari penjualan saham tinggi. Selain itu bandar saham adalah pihak lain yang diuntungkan karena mereka bisa mengatur harga dengan lebih leluasa.

Sementara itu, bagi yang membeli pom-pom saham ini justru akan mengalami capital loss karena sudah membeli dengan harga tinggi. Walhasil anda sebagai investor hanya bisa meringis dan cuci piring.

Mengandalkan Media Sosial untuk Promosi

Satu hal yang cukup menarik adalah praktek pom-pom saham ini biasanya dilakukan dengan mengandalkan media sosial untuk mempromosikan sahamnya. Harga saham bisa meningkat berkat permintaan yang tiba-tiba naik karena banyak orang ingin membelinya dan volume perdagangan juga mencair alias likuid.

Beberapa waktu lalu mungkin anda pernah mendengar sebuah saham yang dipromosikan artis dan influencer tanah air melalui iklan di Youtube, Instagram, bahkan Facebook dan Twitter. Sampai-sampai saham tersebut terkena red list dari Bursa Efek Indonesia (BEI) karena sudah menembus batas auto-reject atas (ARA).

Menarget Investor Baru

Karena mengandalkan media sosial sebagai media promosinya, maka tidak heran jika ada anggapan bahwa investor muda yang melek teknologilah yang jadi sasarannya. Terlebih bagi anda yang senang beraktivitas trading melalui aplikasi.

Anggapan ini memang benar secara umum, namun tidak selalu benar secara eksplisit. Praktek pom-pom saham ini sebetulnya sasarannya bisa siapa saja tanpa memandang usia muda dan tua. Ini dikarenakan sasaran utama praktek semacam ini adalah investor pemula yang masih newbie. Karena investor baru biasanya meskipun memiliki modal kecil, bagi emiten yang kurang bertanggung-jawab dianggap sudah cukup untuk mendatangkan investasi.

Perlunya Literasi Media dan Kondisi Pasar

Bagi anda yang masih pemula dalam memulai investasi di bursa efek maupun ingin melakukan trading, sangat perlu untuk memahami kondisi pasar. Anda bisa belajar baik mempelajari analisis fundamental, teknikal, laporan keuangan, dan juga emiten. Ini dilakukan agar anda bisa memilah mana saham yang memiliki nilai value yang baik dan aman untuk berinvestasi.

Selain itu kemampuan membaca dan mengritisi setiap informasi yang beredar juga perlu dilakukan. Hal ini mengingat praktek pom-pom saham pada dasarnya bisa dilakukan dengan cara yang amat terbuka seperti promosi besar-besaran, sampai yang paling terselubung, yaitu pendekatan pribadi. Ibarat mengenali hoax, anda juga harus mengenalinya untuk menyelamatkan uang dan investasi anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.