Saham Movers, Penggerak Bursa Efek

Saham movers adalah kumpulan beberapa saham yang menggerakkan nilai daripada indeks harga saham gabungan (IHSG) jika di Indonesia. Pengertian ini sebenarnya juga berlaku untuk bursa saham di negara lain.

Perlu dipahami bahwa saham-saham yang menggerakkan nilai IHSG belum tentu merupakan saham-saham top gainers. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa kebanyakan emiten besar dalam top gainers lebih banyak menggerakkan harga saham.

Namun ketika nilai saham top gainers menunjukkan penurunan, saham—saham yang biasa saja bisa saja malah yang menjadi sokongan utama pergerakan IHSG. Bahkan saham-saham semacam ini terkadang bisa berfungsi sebagai pengontrol pergerakan IHSG dikala saham besar bertumbangan.

Tentunya jika kita berbicara mengenai hal tersebut anda membutuhkan analisa mendalam mengenai pergerakan saham. Hal ini mengingat saham movers memiliki andil dalam pergerakan IHSG dan beberapa saham bisa menjadi sangat dominan.

Namun satu hal yang pasti adalah saham movers memiliki peran dalam pergerakan bursa saham utama. Jelasnya saham movers memiliki nilai yang baik meskipun tetap dibutuhkan ketelitian dalam melihat situasi dan kondisi pasar.

Membaca Pergerakan Saham Movers

  1. Tidak Semua Saham Movers punya Likuiditas yang Baik.

Seperti yang kami jelaskan sebelumnya, bahwa pergerakan IHSG bisa saja digerakkan oleh saham-saham yang justru punya market lebih kecil. Pada satu sisi hal tersebut baik dikarenakan dapat menekan laju penurunan di kala saham besar nilainya turun. Namun di sisi lain saham-saham tersebut belum tentu likuid di pasaran.

Anda harus bisa memilah dan memilih mana saham yang bisa mendatangkan keuntungan bagi anda meskipun saham movers terbilang menarik. Ini dikarenakan saham movers tidak menutup kemungkinan akan cenderung menurun dan stagnan seiring berjalannya waktu.

  1. Lebih Utama Memperhatikan Saham Top Gainers.

Saham-saham berlabel top gainers seperti kelas LQ45 atau blue chip bisa sangat menguntungkan ketika mereka punya andil menggerakkan harga saham gabungan. Ini dikarenakan pergerakan angka mereka cenderung likuid bahkan ketika harganya sedang tinggi.

Selain itu saham top gainers yang juga saham movers lebih menjamin keuntungan dan dividen yang baik. Anda lebih direkomendasikan untuk bukan hanya memperhatikan angka saham ketika naik, namun juga laporan keuangan emiten yang anda targetkan.

  1. Pilih Saham dengan Volume Perdagangan Menengah dan Tinggi.

Karena tidak semua saham movers memiliki nilai yang baik, maka mempertimbangkan nilai volume perdagangan dan jumlah lembar saham di pasaran bisa jadi pilihan tepat. Karena saham dengan volume perdagangan yang baik artinya lebih dipercaya di bursa efek ketika nilainya bergerak.

Tentunya langkah ini membutuhkan perhitungan EPR yang juga mumpuni. Anda bisa menentukan mana saham yang juga memiliki rasio yang baik ketika bergerak dan memilih untuk membeli atau menjualnya ketika sudah dianggap untung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.