Mengenal Bandarmology, Belajar Saham dari Bandar Saham

Mungkin ada dari anda sudah mengenal istilah bandar saham, broker, atau market maker yang mungkin pengertiannya mirip-mirip. Nah, yang satu ini kita membicarakan ilmu yang mereka gunakan, yaitu bandarmology.

Namun, perlu dipahami bahwa sebetulnya setiap ilmu dalam saham itu memiliki kompleksitasnya sendiri. Ada investor yang lebih suka menganalisa grafik atau chart, ada juga yang senang membaca laporan keuangan, sampai ada juga yang menganalisa prospek pertumbuhan ekonomi.

Hal ini dilakukan semata-mata agar investor tidak salah langkah baik dalam membeli dan menjual saham. Analisis yang bisa dikatakan fundamental tersebut juga dilakukan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, setidaknya secara praktis.

Memahami Bandarmology

Normalnya, sebuah ilmu mengenai saham pastilah berkaitan dengan ekonomi, keuangan, dan kebijakan. Dalam beberapa hal ada juga yang mengaitkan dengan kondisi politik, bahkan yang sekarang ini masih kita rasakan -pandemi- juga memiliki pengaruh.

Nah, Bandarmology bisa dibilang merupakan kebalikan dari analisis-analisis yang sifatnya fundamentalis tadi. Ilmu ini didasarkan pada pergerakan investor itu sendiri, utamanya melalui cara-cara pemain besar menaik-turunkan harga saham.

Bandarmology lebih mementingkan intuisi, kebiasaan, psikologis, dan paling penting adalah kognisi dari investor-investor besar. Singkatnya kita belajar langsung dari kebiasaan para bandar saham di bursa efek maupun trading dalam mengeruk keuntungan.

Bahkan mempelajari bandarmology akan menuntun kita kepada bagaimana bandar saham memanipulasi harga saham, “menggoreng”, dan bagaimana kita menghindari tipuan-tipuan tersebut.

Itulah mengapa banyak yang menyebut bandarmology ilmu yang khusus, tidak diajarkan secara tertulis, cenderung literal, dan susah dipahami dalam beberapa hal. Lebih tepatnya kita harus bisa membaca anomali pasar baik ketika normal maupun ketika fluktuasinya susah untuk diperkirakan.

Membaca Bandar Saham adalah “Koentji”

Karena bertumpu pada kognisi bandar saham, maka anda harus benar-benar memperhatikan cara-cara yang mereka gunakan. Misalnya ketika anda membeli saham yang tiba-tiba harganya anjlok, anda harus paham bahwa ini merupakan salah satu cara mereka untuk menggaet anda.

Anda sudah harus memiliki langkah antisipatif agar tidak merugi terlalu dalam, utamanya jika anda berinvestasi dalam jangka lama. Anda harus memutuskan apakah akan tetap memegang lembaran saham anda atau cut loss.

Bahkan ketika anda sudah menguasai ilmu ini, anda akan berada dalam satu titik dimana anda bisa tahu kapan membeli dan menjual saham secara aman.

Membaca pergerakan para bandar saham ini tentu memiliki kelemahan dan kelebihan yang berbeda dengan analis fundamental. Bandarmology memiliki kelemahan terutama jika anda seorang investor pemula yang tengah belajar saham.

Untuk itulah lebih direkomendasikan bagi anda untuk mempelajari terlebih dahulu analisis fundamental seperti membaca pergerakan chart atau grafik. Barulah ketika anda sudah memahaminya, anda bisa mempelajari bandarmology.

Nah, kelebihan bandarmology baru terasa jika anda sudah berkecimpung di bursa efek maupun trading. Peran psikologis dan emosional para bandar saham menjadi salah satu bangunan kuat yang nantinya anda rasakan. Anda menjadi lebih paham mengapa bandar saham melakukannya dan kapan anda harus menghindarinya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.