Margin of Safety, Beli Saham Ketika Harga Aman

Sebagai seorang investor, anda pasti ingin mendapatkan saham yang nilainya baik dan tentunya menguntungkan. Bahkan ketika nantinya anda menjualnya, anda tetap mendapatkan untung dan bukan malah cut loss yang membuat nilai investasi anda menjadi berkurang.

Itulah mengapa banyak para analis di bursa efek merekomendasikan anda untuk menetapkan sebuah “nilai aman” ketika hendak membeli saham. Istilah nilai aman ini lebih dikenal dengan istilah Margin of Safety.

Hal ini memungkinkan anda untuk bukan hanya berinvestasi aman namun juga menguntungkan. Ini dikarenakan margin of safety juga dapat melihat selisih harga dari saham emiten yang akan dibeli. Namun, apa itu margin of safety dan mengapa penting?

Pengertian dan Rumus Margin of Safety

Margin of Safety sebetulnya tidaklah asing bagi investor. Istilah ini merujuk pada garis batas aman pada selisih nilai saham antara nilai intrinsik dan harga jualnya.

Untuk menghitung selisih dan menemukan margin of safety ini, maka rumusnya adalah sebagai berikut:

Nilai Saham : Nilai Intrinsik Saham X 100%

Gambarannya adalah sebagai berikut, anda ingin membeli saham X dengan harga Rp 2.500,- saat ini. Padahal, nilai intrinsik sahamnya berkisar pada angka Rp 2.300,- atau dengan kata lain saham tersebut sudah naik sekitar 20% per lembarnya.

Namun anda juga menemukan bahwa saham Y yang tadinya di awal tahun punya nilai intrinsik sebesar Rp 2.000,-, kini sudah mencapai Rp 2.675,- atau sudah naik sekitar 60%. Apa artinya? Dari perhitungan ini saham X terlihat lebih reliable untuk dibeli daripada saham Y yang terlihat lebih mahal.

Apakah Ada Patokan dalam Margin of Safety?

Mungkin ada dari anda bertanya-tanya berdasarkan contoh tersebut, apakah ada patokan pasti dalam menghitung margin of safety? Jawabannya adalah, tidak.

Dalam margin of safety yang paling penting adalah anda mengetahui seberapa lebar harga saham dengan harga intrinsik saham. Ini mengingat margin of safety sebetulnya merupakan salah satu turunan dari unsur analisis teknikal.

Jadi ketika anda sudah mengetahui selisih harga saham dengan harga saham sebenarnya, anda bisa dengan bebas menentukan saham mana saja yang anda akan beli. Jadi pada dasarnya anda dapat leluasa menetapkan seberapa besar margin of safety yang anda inginkan.

Bahkan dalam beberapa kasus banyak investor besar membeli saham yang undervalued dari sisi margin of safety-nya selama fundamental perusahaan memang baik. Warren Buffet adalah contoh salah satu investor yang sering dikaitkan dengan cara penghitungan ini.

Mengapa Margin of Safety Penting?

Penghitungan semacam ini tentu akan lebih memudahkan anda untuk melihat apakah saham tersebut reliable untuk dibeli atau tidak. Apalagi jika anda adalah investor pemula yang masih pusing untuk memilih saham pertama yang hendak anda miliki.

Sedangkan untuk investor kawakan maupun besar, biasanya margin of safety memungkinkan mereka untuk mengurangi kerugian dan memudahkan ketika memilih saham unggulan.

Tentunya anda harus melatih penggunaan margin of safety ini ketika hendak bertransaksi. Tujuannya agar anda dapat memilih saham dengan harga yang aman, bebas dari isu, dan tentunya menguntungkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.