Mengenal Saham Gocap, Ingin Beli?

Setiap saham yang diperdagangkan oleh emiten memiliki nilainya masing-masing. Namun adakalanya anda menemui saham yang sangat murah dan hanya berharga puluhan rupiah saja.

Apakah aneh? Ya, anda tidak salah. Kenyataannya banyak saham yang dijual justru sangat dibawah harga pasar. Saking murahnya mungkin anak kecil bisa membeli hanya dengan uang jajannya saja!

Saham inilah yang dinamakan dengan saham gocap. Anda harus memahami bagaimana saham bisa dijual dengan harga yang sangat murah tersebut beserta keuntungan dan kerugiannya.

Apa itu Saham Gocap?

Saham Gocap adalah saham-saham yang dijual dengan harga Rp 50,- per lembarnya atau dengan kata lain murah sekali. Kata “gocap” sendiri sebetulnya merupakan istilah orang Tionghoa dalam menyebut angka lima puluh.

Namun secara eksplisit, saham gocap lebih tepat dikatakan sebagai saham bermasalah dari segi fundamentalnya. Ini dikarenakan kinerja emiten yang buruk sehingga berakibat pada jatuhnya harga saham sampai titik “gocap” itu.

Ada berbagai faktor mengapa saham-saham ini hanya dihargai lima puluh rupiah saja. Pertama, biasanya saham gocap diakibatkan oleh skandal yang mendera suatu perusahaan atau emiten penerbit saham.

Alasan ini adalah yang paling kuat di bursa efek. Skandal yang bisa mengakibatkan nilai saham turun biasanya adalah korupsi, pencucian uang, sampai keretakan antar pemegang sahamnya. Gugatan hukum terhadap emiten juga masuk dalam kategori ini.

Kedua, target perusahaan tidak tercapai yang berakibat buruk pada performa emiten. Dalam kasus ini biasanya investor akan menjual rugi saham yang dipegangnya. Lambat laun nilainya semakin turun ke bawah dan menyentuh level tersebut jika emiten tidak memiliki usaha untuk mempertahankannya.

Saham gocap pada dasarnya sulit untuk berkembang meskipun ada investor yang coba untuk membelinya. Bahkan ketika saham gocap bertahan sampai dua tahun, maka Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki otoritas untuk menghapus saham tersebut dari daftar bursa efek.

Jika Bermasalah, Mengapa Masih Ada Orang yang Membelinya?

Terdapat dua alasan mengapa ada beberapa orang yang membeli saham gocap. Pertama, investor baru yang kurang memahami nilai saham. Saat ini sering terjadi pembelian saham gocap oleh investor baru karena dikira “murah”.

Ini tentu saja menjadi persepsi yang keliru dan menyesatkan. Entah karena promosi atau rekomendasi kenyataannya hal ini masih sering terjadi.

Rencananya di tahun 2022 ini BEI berencana untuk membuat dua papan khusus, yang salah satunya menampilkan list saham-saham bermasalah atau saham gocap ini. Hal ini dilakukan agar investor lebih “melek” terhadap saham-saham yang memang bermasalah tersebut.

Kedua, beberapa investor lama mungkin melihat fundamental emiten masih baik. Secara umum ini adalah alasan yang masuk akal namun punya sifat spekulatif.

Ini dikarenakan mencari emiten yang fundamentalnya masih baik di harga Rp 50,- sangatlah sukar untuk dilakukan. Selain itu katakanlah untung, itu hanya akan terjadi jika emiten memang mau memperbaiki dirinya di pasar saham maupun menyelesaikan perkaranya.

Menyikapi Saham Gocap

Kita bisa sepakat bahwa saham gocap adalah kumpulan saham yang rata-rata memang bermasalah baik dari fundamental dan teknikalnya. Oleh karena itu anda harus paham bahwa:

Saham Gocap Tidak Cocok dengan Investor Pemula

Jika anda sedang memulai untuk berbisnis saham, lebih baik hindari saham semacam ini. Meskipun murah, saham gocap akan lebih sering untuk “tidur” bahkan ketika anda membelinya.

Lebih Cocok dengan Investor yang Suka Resiko Tinggi

Ada memang beberapa investor yang menyukai investasi resiko tinggi sehingga tertarik membeli saham gocap ini. Namun pengetahuan analisis fundamental dan teknikal saja mungkin tidak cukup untuk mengetahui saham mana yang bisa dibeli dengan harga Rp 50,- saja.

Tidak Likuid

Saham gocap bagaimanapun susah untuk dijual kembali dengan harga di atas itu, atau ketika anda menjualnya dengan harga yang sama. Ini sudah jadi resiko yang sebaiknya anda hindari sejak awal agar anda tidak menyesal dikemudian hari.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.