Pahami Saham Memantul dan Mengapa Hal Itu Bisa Terjadi

Saham memantul sebetulnya lebih dikenal dengan istilah rebound dalam bahasa Inggris. Belakangan istilah saham memantul lebih sering digunakan ketimbang istilah rebound yang terlebih dulu populer digunakan di bursa efek maupun trading.

Istilah saham memantul ini adalah untuk menggambarkan kondisi saham yang menanjak naik setelah harganya turun. Bahkan dalam beberapa hal, saham memantul ini bisa menanjak signifikan sampai menyentuh level batas ARA (auto-rejection atas).

Tentu saja ada berbagai penjelasan mengapa ada beberapa saham yang mampu naik secara signifikan sampai ditolak oleh sistem. Namun yang harus anda pahami adalah saham memantul ini bukanlah hal yang asing terjadi. Kenyataannya sering saham yang turun atau bahkan tidur tiba-tiba naik dikarenakan banyak faktor yang menyertainya.

Mengapa Saham Bisa Memantul

Pada dasarnya saham yang memantul naik kembali tidaklah jauh berbeda dengan kenaikan saham itu sendiri. Perbedaannya adalah saham memantul terjadi setelah beberapa waktu harga saham cenderung mengalami penurunan.

Nah, tentunya ada sejumlah hal mengapa setelah sekian waktu harga saham rebound atau memantul. Berikut beberapa diantaranya:

Sentimen Positif Pasar

Faktor ini biasanya berpengaruh layaknya hubungan yang saling terkait antara satu emiten dengan emiten lainnya. Bisa juga dipengaruhi oleh volume permintaan lembar saham di bursa efek yang mendongkrak nilai saham.

Efek pasar biasanya memegang andil dalam memantulnya nilai saham. Tidak jarang penguatan yang sifatnya kuat bisa terjadi sebagai gambaran pasar yang sumringah, padahal saham tersebut mungkin berhari-hari mengalami penurunan harga. Hal tersebut wajar terjadi dan sering ditemui baik saham big cap sampai saham yang kapitalisasinya tidak besar.

Buyback Emiten

Pembelian lembaran saham kembali oleh emiten memang pada dasarnya bisa mendongkrak kembali harga saham. Logikanya adalah jika saham kembali dibeli oleh emiten, ada keseriusan emiten dalam menjaga harga sahamnya di bursa efek.

Praktis cara ini banyak dilakukan emiten skala kecil sampai besar untuk mendongkrak harga sahamnya. Buyback emiten memang sudah terbukti efektif utamanya ketika saham mengalami penurunan signifikan.

Kabar Kerjasama Proyek

Biasanya kerjasama yang dilakukan oleh emiten dengan pemerintah atau pihak swasta lainnya bisa mendongkrak kembali harga saham. Apalagi jika proyek tersebut dilakukan dalam skala besar dan berpengaruh terhadap pembangunan.

Banyak perusahaan utamanya di bidang manufaktur dan pertambangan yang sahamnya memantul karena hal ini. Cukup masuk akal karena perputaran uang di dalamnya juga akan berdampak ke sentimen positif para investor.

Laporan Keuangan dan Performa Emiten

Faktor ini bergantung kepada hasil dari laporan dan performa emiten tersebut layaknya pedang bermata dua. Jika laporannya baik namun emitennya performanya biasa saja, bisa jadi saham memantul.

Sedangkan ketika laporan keuangan menunjukkan penurunan tetapi performa emiten meningkat, bisa jadi kenaikannya hanya bersifat sementara. Perlu memperhatikan pergerakan saham untuk yang satu ini.

Tercapainya Proyeksi Keuntungan

Kondisi ini tentu saja sudah membuat sumringah dua pihak, yaitu emiten dan investor yang mendanainya. Otomatis harga saham kembali naik berkat proyeksi keuntungan yang sesuai dengan target emiten.

Bahkan, proyeksi keuntungan yang tercapai ini dalam beberapa hal bisa membuat harga saham menemukan kembali titik idealnya. Jadi jika anda tengah berinvestasi, perhatikan hal ini agar anda juga dapat mengambil keuntungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.