Serok Saham Bawah, Apa Itu?

Istilah “serok” banyak diartikan sebagai “mengambil sesuatu di bawah” atau semacamnya. Ada juga yang mengartikan “serok” sebagai isyarat untuk mengambil keuntungan.

Pengertian yang terakhir tadi sebetulnya tidak jauh berbeda dengan pengertian serok saham sendiri. Istilah serok saham sendiri sebetulnya terdapat beberapa pengertian, yang bisa kami rangkum menjadi dua pengertian.

Pertama, serok saham atau banyak juga yang menyebut “serok saham bawah” adalah istilah yang merujuk untuk membeli saham yang harganya sudah jatuh. Pengertian ini lebih berkonotasi netral dikarenakan mengandung unsur yang positif dan negatif, tidak seperti pengertian awal.

Kedua, serok saham bisa diartikan sebagai membeli saham yang harganya masih dibawah harga fundamentalnya. Jadi kita membeli saham yang harganya terbilang masih murah, namun terbilang menguntungkan.

Kedua pengertian ini terkadang saling tumpang tindih, sehingga terkadang bisa diartikan sebagai sesuatu yang positif disatu sisi dan negatif disisi lain. Namun keduanya memiliki kesamaan maksud, yaitu membeli saham di harga yang murah.

Mengapa Ada Investor yang Serok Saham?

Sebenarnya tidaklah sulit menerka mengapa banyak investor membeli saham yang harganya murah. Namun tidaklah mudah memahami mengapa ada investor yang justru membeli atau serok saham ketika harganya jatuh.

Ini dikarenakan harga saham yang jatuh sejalan dengan performa emiten dan kondisi perusahaan yang buruk, akan tetapi banyak investor yang pada akhirnya tetap membelinya. Pertanyaannya, mengapa?

Ada sejumlah indikator mengapa beberapa investor mengambil aksi serok saham ini, yaitu:

Prospek Positif Pasar Kedepan

Ini merupakan alasan yang paling umum ditemui pada investor-investor yang sudah besar dan mampu melihat peluang dengan baik.

Jadi meskipun saat ini suatu emiten atau perusahaan mungkin dinilai masih kurang ‘hit’, namun kedepannya bisa jadi malah justru berkembang. Saham tersebut dinilai punya nilai di masa depan dengan kondisi perekonomian dan prospek usaha yang cerah.

Kondisi Permintaan Perdagangan

Saat ini saham seperti bidang kesehatan, kredit bank, dan asuransi menjadi primadona dikala pandemi. Ini dikarenakan volume permintaan pasar akan usaha semacam ini tengah cukup tinggi.

Nah kondisi ini sangat menguntungkan apabila beberapa investor jeli dalam melakukan serok saham. Karena sangat dimungkinkan harga saham yang tadinya mungkin tidak terkerek naik menjadi naik, sehingga menambah nilai jual beli dan kelipatan keuntungannya.

Harga Masih Menguntungkan

Tidak bisa dipungkiri bahwa harga saham selalu berubah-ubah dalam beberapa waktu. Ada kesan merugi jika kita hanya melihat dari rasio perdagangan sahamnya saja.

Namun selama perhitungan tepat dan rasio harga saham dengan jumlahnya di pasar baik, maka saham tersebut masih aman untuk “diserok”. Bahkan terbilang menguntungkan apabila memang emiten tersebut memiliki performa volume dagang yang baik dan masih terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.