Uptrend dan Downtrend, Cermat Melihat Pergerakan Saham

Saham sebetulnya punya nilai yang fluktuatif dan dinamis, dapat naik-turun dan hal tersebut banyak dipengaruhi baik oleh sentimen negatif maupun positif. Hal ini dalam dunia saham dan bursa efek disebut sebagai trend.

Trend terjadi ketika nilai saham tengah dalam posisi yang tetap selama beberapa waktu, entah itu sedang naik, turun, atau justru tengah stagnan.

Sebelumnya mungkin anda sudah mengerti mengenai bearish, bullish, dan sideways dimana ketiganya menandakan pergerakan saham, baik naik, turun, atau stagnan seperti di atas. Nah sebetulnya pembahasan mengenai uptrend dan downtrend ini tidaklah jauh dari ketiga pengertian di atas.

Perbedaannya adalah uptrend dan downtrend berbicara mengenai pola pergerakan saham, sedangkan bearish, bullish, dan sideways berbicara mengenai gambaran kondisinya. Uptrend dan downtrend tidak lain merupakan hasil dari pembacaan terhadap pola saham dan bursa efek yang biasanya disajikan dalam bentuk grafik/chart.

Nah, karena kita berbicara mengenai pola, maka anda harus terbiasa dengan grafik pergerakan saham. Anda dituntut untuk tidak hanya membaca kondisi saham dan pasar, melainkan juga nilai pergerakannya secara lebih mendetail.

Uptrend

Uptrend merujuk pada kondisi pola grafik yang cenderung naik ke atas. Hal ini disebabkan oleh sentimen positif yang mempengaruhi nilai saham, sehingga nilainya bertambah dan cenderung naik.

Setiap uptrend memiliki titik yang dinamakan dengan peak atau punccak dari kenaikan saham. Hal ini secara sederhana bisa anda temui di setiap pergerakan saham maupun bursa trading.

Namun yang perlu anda pahami juga adalah tidak setiap kenaikan saham bisa disebut uptrend. Karena setiap kenaikan bisa saja dalam bentuk nilai penguatan atau “kebangkitan”. Jadi, uptrend adalah kondisi dimana sebuah saham tengah naik dan ditunjukkan oleh grafik yang menanjak menuju angka puncak.

Uptrend pada dasarnya terjadi pada beberapa hari dan akan berakhir ketika grafiknya turun cenderung stabil ketimbang nilai sebelumnya. Biasanya uptrend menandakan kondisi ekonomi dan saham yang baik dari segi permintaan dan penawaran serta indikator positif pasar.

Downtrend

Jika anda sudah mengerti apa yang kami jelaskan mengenai uptrend, maka seharusnya anda paham apa yang disebut dengan downtrend. Kondisi downtrend, merupakan kebalikan dari uptrend, yaitu kondisi saham atau bursa efek cenderung menurun.

Hal ini ditandai dengan grafik atau chart yang cenderung memiliki nilai yang turun jika dibandingkan ketika puncak nilainya atau peak. Meskipun grafiknya bisa meningkat, namun nilainya tidaklah signifikan jika dibandingkan dengan uptrend, sebagaimana penurunan dalam uptrend.

Downtrend sendiri akan berakhir ketika nilai saham atau bursa efek tengah naik secara perlahan meskipun ada penurunan. Jika downtrend terus terjadi, biasanya nilai saham sudah dalam kondisi tidak baik dan bursa saham mendekati titik resesi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.