Capital Gain dan Bagaimana Cara Mengambil Keuntungan

Capital Gain adalah pengambilan keuntungan dari penjualan saham melalui selisih untung pembelian saham sebelumnya. Pengambilan keuntungan semacam ini biasanya dilakukan oleh seluruh institusi sampai bandar saham di bursa efek maupun trading.

Sebetulnya konsep capital gain ini tidak jauh berbeda dengan konsep “bathi” dalam bahasa Jawa. Ya, singkatnya begini, anda katakanlah baru saja membeli saham seharga Rp 1.200,- per lembarnya. Lalu sehari kemudian anda menjualnya di angka Rp 1.300,- per lembar sahamnya, jadi anda bathi Rp 100,- untuk setiap lembar saham yang anda jual.

Bathi itulah yang dinamakan dengan capital gain, bedanya adalah dalam capital gain lebih khusus digunakan dalam bahasa bursa efek. Selain itu anda harus menghitung fluktuasi yang terjadi untuk mendapatkan keuntungan.

Namun, dalam capital gain keuntungan tersebut memiliki sejumlah rincian berdasarkan jangka waktunya yang terbagi atas jarak pendek, menengah, dan panjang. Inilah yang membedakan istilah capital gain dengan konsep keuntungan dasar lainnya.

Capital Gain dan Cara Mengambil Keuntungan

Perlu untuk diketahui bahwa capital gain adalah keuntungan yang diambil dari penjualan saham, bukan keuntungan temporal seperti dividen dimana anda tidak perlu untuk menjual saham. Artinya anda harus menetapkan keuntungan yang diinginkan berikut dengan jangka waktunya.

Saham sifatnya memang bisa berubah seperti barang dalam beberapa hal, beli dengan harga murah dan bisa dijual kembali. Namun saham bukanlah barang jika sudah dipegang dan dilepas dikarenakan tujuan orang memegang saham adalah keuntungan, bukan kepuasaan dan kegunaan.

Oleh karena itulah anda perlu memahami bagaimana pengambilan keuntungan saham dari capital gain ini berdasarkan jangka waktunya.

Jangka Waktu Pendek

Pada dasarnya anda bisa mendapatkan capital gain dalam waktu yang relatif lebih singkat baik hitungan hari sampai hitungan bulan. Hal inilah yang disebut dengan scalping dan swing trading dalam istilah bursa efek. Kedua teknik ini familier digunakan utamanya jika anda tertarik mencoba trading.

Seperti yang kita tahu bahwa bahwa kedua teknik tersebut merupakan cabang dari capital gain. Bedanya scalping adalah pengambilan keuntungan berdasarkan hitungan jam dan bahkan detik, sedangkan swing trading dalam hitungan hari, minggu, atau bulan.

Namun patut diingat bahwa capital gain dalam waktu singkat tidaklah sebesar jika anda berinvestasi dalam jangka waktu lama. Keuntungan seperti scalping misalnya berkisar 2%, sedangkan swing trading di angka 5-8% meskipun ada juga yang lebih besar dari angka tersebut.

Jangka Waktu Panjang

Jika anda memutuskan untuk berinvestasi lama dalam setahun atau beberapa tahun misalnya, anda tidak hanya akan mendapatkan capital gain. Anda juga akan mendapatkan pembagian dividen yang tentu saja anda sebelumnya harus jeli dalam pembelian saham.

Banyak saham yang dalam waktu beberapa tahun cenderung meningkat seperti saham-saham LQ45 ataupun yang statusnya Bluechip. Anda bisa mengeruk keuntungan sampai dengan lebih dari 20% jika anda memang berniat untuk berinvestasi dalam jangka panjang.

Tentu saja perencanaan berapa lama anda akan memegang saham menjadi penting. Untuk saham unggulan memang rata-rata shareholder akan menahannya lebih lama bahkan bertahun-tahun. Setelah keuntungannya besar barulah capital gain didapatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.