Market Maker, The Real of Bandar Saham?

Kami sebelumnya pernah membahas pengertian market maker dalam cakupan mengenai bandar saham. Namun di artikel kali ini kita akan lebih mengenal market maker ini dalam perputaran saham dan mengapa mereka di sebut seperti itu.

Pada dasarnya market maker ini merupakan istilah yang populer di dunia bursa efek dan trading. Mereka ada dimana saja dan tidak peduli kondisi bursa efek seperti apa. Market maker juga merupakan orang yang mencari untung, namun dengan cara yang berbeda.

Lalu, Siapa Sebenarnya Market Maker?

Perlu diketahui bahwa market maker merupakan bahasa resmi yang digunakan di pasar saham. Market maker merujuk investor yang mengambil keuntungan dari pembelian dan penjualan saham melalui selisih harga.

Market maker ini mencakup seluruh pelaku pasar yang melakukan transaksi, pemodal, institusi bisnis, bahkan broker saham. Apa tujuannya? Supaya saham emiten menjadi laku di pasaran dan ramai pembeli, dari sinilah peran market maker sangat menentukan.

Jika kita mengambil pengertian ini, maka jelas bahwa market maker tak ubahnya seperti orang yang melarisi dagangan dan menjualnya kembali. Ia mendapatkan keuntungan dari selisih harga penawaran dan penjualan, mirip-mirip dengan sales namun sifatnya tidak resmi.

Perbedaan Market Maker dan Bandar Saham dalam Menjual Saham

Mudahnya begini, misal seorang market maker menjual saham seharga Rp 1.200,- per lembar dengan harga Rp 1.230,- per lembarnya. Nah selisih Rp 30,- dari harga saham emiten inilah yang nantinya diambil oleh market maker.

Satu yang patut diingat, dari selisih itulah seorang market maker mendapatkan keuntungan. Jadi jika ia menjual banyak lot saham, maka kumulasi selisih itulah yang dijadikan keuntungan.

Hal ini tentu berbeda dengan bandar saham, dimana mereka cenderung memanipulasi harga dengan cara “menggoreng”. Misalnya harga saham seharga Rp 1.500,-, tetapi mereka jelang penutupan mematok harga Rp 1.200,- saja per lembar saham.

Inilah yang kerap disalahpahami oleh para investor pemula dan memang membutuhkan pengetahuan bandarmologi yang cukup baik untuk memahami hal ini. Market maker biasanya tidak akan berbuat sejauh itu karena mereka mengambil keuntungan dari selisih harga saham tanpa memanipulasi harga.

Mengapa Market Maker dibutuhkan?

Banyak dari investor pemula atau mungkin anda masih bingung mengapa pasar saham ataupun trading

Agar Pasar Saham menjadi Likuid

Pasar saham akan lesu jika tidak ada orang atau institusi yang beraksi aktif untuk menjual saham emiten-nya. Disinilah peran market maker dimana mereka memang “bertugas” untuk membuat saham menjadi laku dan memiliki nilai baik.

Saham Terjual dan Ramai Pembeli

Market maker juga secara tidak langsung dapat membuat saham ramai akan pembeli potensial. Saham menjadi lebih dipercaya oleh investor dikarenakan para market maker dapat mempercepat penjualan saham.

Mengontrol Harga Saham

Seebenarnya kontrol harga yang dilakukan para market maker lebih kepada fungsinya. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa dibandingkan dengan para bandar saham yang sebagian menyukai “menggoreng” harga, ditangan market maker harga saham menjadi relatif stabil. Jadi bisa dikatakan bahwa market maker adalah bandar saham dalam artian yang baik dan sesungguhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.