Saham Gorengan, Enak atau Tidak?

Tidak bisa dipungkiri bahwa investasi saham menarik bagi siapa saja baik yang memiliki modal pas-pasan sampai kelas bandar. Implikasinya adalah banyak juga sisi negatif yang muncul, salah satunya adalah munculnya saham gorengan.

Saham gorengan sebetulnya sama dengan saham yang dijual oleh emiten pada umumnya. Namun harganya bisa dikatakan sudah mengalami kenaikan yang tidak wajar. Dalam beberapa kasus saham tersebut jadi kelihatan bernilai padahal ada intrik kotor dibalik kenaikannya.

Jika kita hanya melihat dari segi harganya saja, maka anda akan sadar bahwa saham tersebut menarik. Cenderung bergerak ke angka positif sampai-sampai menembus batas atas (ARA). Tentu saja Bursa Efek Indonesia akan menurunkan saham semacam ini dikarenakan transaksi yang tidak sehat.

Sayangnya di Indonesia saham gorengan ini terbilang banyak kasusnya meskipun terkadang timbul-tenggelam. Anda lebih baik mempelajarinya terlebih dahulu mengenai saham gorengan ini daripada anda menyesal kemudian.

Ilusi “Enak” Saham Gorengan

Saham gorengan pada dasarnya adalah saham yang mengalami “penggorengan” agar terlihat enak untuk dibeli, namun tidak ketika dirasakan.

Harga Selalu Naik

Bagaimana tidak “enak” jika kita melihat saham yang pertumbuhannya signifikan meski dalam waktu singkat? Inilah yang membuat saham gorengan menjadi “crispy” untuk dibeli. Saham yang naik terus akan dianggap sebagai saham yang berkembang.

Padahal banyak dari saham gorengan ini modal transaksinya berasal dari dana institusi emitennya sendiri. Lalu diperdagangkan oleh bandar saham yang kurang bertanggung-jawab sehingga harganya melambung tinggi. Dalam beberapa kasus saham tersebut naik sampai batas ARA.

Dipromosikan di Berbagai Media, Namun Tidak Memiliki Implikasi di Masyarakat

Ini adalah ciri-ciri yang justru paling mencolok saat ini. Saham gorengan biasanya ditawarkan ke investor melalui media sosial dan menyasar siapa saja. Dalam beberapa kasus, media nasional juga memiliki andil dalam menaikkan tawar saham semacam ini lewat programnya.

Sasaran utamanya adalah investor pemula yang masih membutuhkan edukasi ketika hendak berinvestasi. Bahkan tidak jarang penawaran ini dilakukan secara bahkan dari rumah ke rumah, sehingga tampak memiliki privasi yang sebenarnya semu. Anda hendaknya perlu untuk berhati-hati terhadap penawaran semacam ini

Sering Menembus Level Merah

Karena saham gorengan memiliki nilai yang menarik dan terus naik, tak jarang kenaikannya terlalu tinggi karena faktor yang “dibuat-buat”. Hal inilah yang harus anda waspadai karena saham semacam ini sudah pasti bermasalah.

Biasanya Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melakukan resistensi saham untuk melihat apakah emiten sengaja menaikkan harga sahamnya. Jika ditemukan praktek tidak sportif, maka BEI akan langsung menurunkannya dari papan saham

Saham Gorengan Jelas Merugikan

Ketika anda membeli saham gorengan, mungkin ada sedikit keuntungan yang diraih terutama ketika tadinya harganya belum digoreng. Hal ini wajar memang dalam jangka pendek, namun tidak dalam jangka panjang.

Apalagi jika saham tersebut memiliki indikasi negatif yang mengarah pada persaingan tidak sehat. Jelasnya BEI tidak akan tinggal diam untuk menurunkan saham semacam ini dan itu artinya kerugian bagi anda yang memegang saham gorengan.

Jadi, sebelum berinvestasi lakukanlah analisis pasar baik teknikal, fundamental, sampai rasio kepemilikan saham yang beredar. Ini penting jika anda ingin berinvestasi apapun gaya anda di bursa efek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.